Pondok Karya, 24 Februari 2021
Hujan dan mendung siang ini di luar. WFH ditemani playlist Nadin Amizah entah kenapa yg terlintas di bayang adalah kota Mataram. Dulu sering ke sana sampai hafal beberapa jalanan dalam kotanya. Pernah sekali ada dinas sambung menyambung jadinya pas akhir pekan sendirian di hotel dan bosan, akhirnya nekat pinjam motor ex senior di KPP Kupang yang kala itu bertugas di Mataram. Kemudian motoran keliling kota sampai Senggigi, sama teman2 dari unit kerja Mataram. Pegel sih ya karena ternaya lumayan jauh dari Kota Mataramnya. Karena waktu itu mengendarai motor sendiri jadilah tidak sambil dengarin musik ya. Yang sy ingat sepanjang perjalanan ke sana udaranya bersih dan segar, kota nya bersih tertata. Perjalanan juga sepi ga macet, angin berhembus ditemani cahaya mentari sore waktu itu yang tipis2 silau di mata di beberapa spot perjalanan sore itu.
Dari pantai Senggigi kami lanjut ke spot tempat melihat mentari terbenam sambil melihat puncang Gunung Agung Bali. Sampai sekarang sy belum ingat kembali nama tempat itu, tapi dari situ sebenarnya sudah dekat ke port penyebrangan ke Gili Trawangan. Karena sudah sore dan ini hari Minggu di mana malamnya sy akan kedatangan teman kamar dari Waingapu untuk kegiatan selanjutnya besok (Ibu Sarlota), maka sudah jelas sy putuskan tidak turun ke port penyebrangan Gili Trawangan. Kami akhirnya pulang kembali ke Kota Mataram. Senggigi kalau malam ternyata dingiiinnn berangin ya. Untungnya sudah pakai jaket. Nuansanya sedikit mirip pulau Dewata ya tapi versi lebih tradisional. Di perjalanan pulang kami menemui waktu sholat MAghrib dan akhirnya berhenti sebentar di sebuah surau kecil di pinggir jalanan Senggigi. Usai sholat MAghrib kami melanjutkan perjalanan kembali ke kota dan mampir makan malam menu khas Lombok, apalagi kalau bukan Ayam Taliwang.
Ah saya menulis ini sambil mendengar playlist dari Nadin Amizah. Beneran deh, playlist ini cocok banget untuk menemani perjalanan berkeliling kota Mataram menuju Senggigi dengan mobil ya. Sambil memejam mata, sy coba ingat kembali suasana sore itu di Mataram, sore yang agak berangin, tidak terlalu terik tapi agak silau mengenai kaca helm sy. hmm.. cocok sekali yaa playlist ini wajib diputar sepanjang perjalanan. Entahlah komposisi musiknya apik sekali dibuat, sy rasa cocok sekali menemani kita bepergian ke tempat2 baru atau destinasi wisata alam di daerah seperti Lombok, yang punya cuaca selalu mendung kalau jelang siang hari. Mungkin karena di sana berdiri tegak Gunung Rinjani yang memang kalau siang selalu mengumpulkan awan2 di sekitar puncaknya. Jadilah kalau mendengar musik Nadin Amizah ini bawaannya teringat mendung kota Mataram.
Meski sudah sering bepergian ke Mataram tapi saya belum pernah menginjakkan kaki ke gugusan Gili di sana karena waktu selesai dinas selalu mepet dengan jadwal penerbangan kembali ke Kupang. Saya juga ternyata tidak punya banyak foto selama di Mataram karena terlalu asyik menikmati keindahan kota itu sampai2 lupa mendokumentasikannya. Tapi, kenangan akan kota itu selalu ada dalam memori hidup saya. Hhhh, semoga suatu hari nanti sy bisa kembali lagi ke sana bareng suami dan anak2, aamiin :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar